FAKTA-FAKTA TENTANG TALI KAWAT BAJA (STEEL WIRE ROPE / SWR)

 

  1. PRODUK YANG SEDERHANA, khususnya untuk Tali Kawat Baja Umum (General Purpose Ropes) dan Tali Kawat Baja untuk Crane (Tali Kawat Baja 6 & 8 strand, Tali lawat Baja Low Rotation/Rotation Resistant – Non Compacted & Compacted, Non PI-Plastic Impregnation ataupun PI-Plastic Impregnation). Bentuk geometrinya dan proses pembuatannya (teknologi) tergolong sederhana; tidak ada komponen canggih atau teknologi rumit yang disisipkan di dalamnya (dibandingkan dengan telepon seluler yang fiturnya terus berubah). Karena kesederhanaan ini, terdapat beberapa fakta berikut:
  • Masih banyak pengguna yang merasa tidak perlu mempelajari lebih jauh tentang produk ini dan menambah pengetahuan mengenai cara penggunaannya.
  • Minimnya kesadaran untuk menggunakan Tali Kawat Baja sesuai instruksi penggunaan yang aman dari OEM pabrikan pembuat crane & pembuat tali kawat baja, serta panduan dan standar terkait. 
  1. APLIKASI TALI KAWAT BAJA SANGAT KRITIKAL, untuk pekerjaan pengangkatan) pada berbagai jenis crane dan untuk kegiatan rigging/slinging (wire rope sling), serta sering bekerja di kondisi yang berat dan menuntut.
  1. Merupakan salah satu FAKTOR KUNCI KESELAMATAN & KERJA OPTIMAL pada sebagian besar operasi lifting dan material handling di berbagai industri. Tali Kawat Baja adalah Garis Hidup pada peralatan Crane ; Jika tidak ada Tali Kawat Baja maka crane benar-benar tidak dapat beroperasi. 
  1. Kegagalan operasi Tali Kawat Baja beresiko menyebabkan kecelakaan yang bisa berakibat pada terjadinya kerusakan fasilitas, cedera dan kematian (fatality).
  1. KURANGNYA PENGETAHUAN dan KESADARAN KESELAMATAN DARI PENGGUNA. Direksi atau Manajemen Tingkat Atas merupakan pihak yang paling bertanggung jawab membangun kesadaran keselamatan dan memberikan pengetahuan yang memadai kepada para pengguna. Terdapat beberapa kejadian di mana setelah terjadi kecelakaan terkait Tali Kawat Baja barulah perusahaan mengadakan pelatihan. Namun sering kali pelatihan tersebut hanya dihadiri oleh personel lapangan, tanpa kehadiran manajemen menengah atau manajemen atas. Hal ini menyebabkan perbaikan di lapangan sulit diterapkan, karena terdapat kesenjangan pengetahuan dan pemahaman mengenai aplikasi Tali kawat Baja antara personel lapangan dan pihak manajemen.

 

Author – Nobertus VRAN